Pengertian, Ciri-ciri, Jenis dan Fungsi Paragraf dalam Bahasa Indonesia Beserta Contoh
Pengertian Paragraf
Paragraf atau alinea adalah karangan yang mempuyai satu kalimat pokok dan juga beberapa kalimat penjelas. Kalimat pokok bertugas untuk membawa pokok inti, dan kalimat penjelas memiliki fungsi untuk menjabarkan apa yang ditulis dalam kalimat utama. Pengertian lain, kalimat pokok juga disebut kalimat utama yang berisi problem atau masalah dan juga sebagai ringkasan paragraf.Ciri-ciri paragraf
Kita bisa mengenali paragraf melalui peletakan kalimat utama yang agak menjorok ke dalam. Setidaknya dalam karangan biasa, terdapat lima buah space atau ruang saat melakukan penulisan pertama pada awal kalimat.Paragraf juga memiliki ciri-ciri yang jelas yaitu didalamnya terdapat kalimat utama dan juga penjelas. Contohnya seperti yang sedang kamu baca ini, saya menjelaskan atau mengembangkan kalimat utama yang saya letakkan di awal kalimat.
Syarat Paragraf
Untuk menjadi paragraf ynag baik, maka paragraf harus “baik” pula kepada pembacanya. Disini ada tiga syarat, yaitu:1. Kesatuan
Maksudnya adalah dalam satu paragraf, masing-masing kalimat harus mempunyai kesatuan untuk menjabarkan semua kalimat pokoknya dengan kalimat penjelas.
2. Kepaduan
Paragraf bisa menjadi padu jika ada timbal balik antar kalimat sehingga memudahkan para pembacanya. Agar bisa menjadi padu, maka jika kamu membuat sebuah paragraf kamu harus menggunakan kata ganti, kata penghubung, perincian dan juga urutan pikiran yang tepat.
3. Kelengkapan
Suatu paragraf bisa dikatakan lengkap apabila paragraf tersebut mempunayi kalimat utama dan juga kalimat penjelas. Tanpa itu, paragraf tidak bisa dikatakan lengkap.
Fungsi Pragraf
- Mengungkapkan sebuah makna atau mengekspresikan gagasan yang dituangkan dalam beberapa kalimat untuk menjelaskan kalimat utamanya dalam kesatuan.
- Menjadi tanda bahasanatau gagasan baru dalam karya tulis
- Memudahkan pengelompokan bahasan sehingga pembaca tidak bingung
- Memudahkan pengembangan topik pada sebuah karya tulis
Jenis-jenis Paragraf
A. Jenis-jenis paragraf berdasarkan letaknya1. Paragraf Deduktif
Paragraf deduktif adalah jenis paragraf yang kalimat pokok atau utamanya terdapat didepan atau awal paragraf.
Contoh paragraf deduktif:
Blogging merupakan kegiatan berbagi informasi melalui media tulis. Tak hanya itu saja, blogging atau yang biasa disebut ngeblog juga bisa menghasilkan uang dari blog. Cara adalah dengan memanfaatkan traffic dengan memasang iklan didalamnya. Sudah terbukti, banyak orang yang sukses dengan blog. Misalnya, Eka Lesmana asal Jawa Tengah.
2. Paragraf Induktif
Paragraf induktif adalah adalah jenis paragraf yang kalimat pokok atau utamanya terdapat di akhir paragraf.
Contoh paragraf induktif:
Seorang yang sudah mempunyai hobi blogger akan terus berkarya melalui blog tersebut. Tahukah kamu bahwa blog menjadi ladang uang bagi sebagian orang, contohnya adalah Linda Ikeji yang meraup untung total milyaran dari blog. Contoh lain seperti Raditya Dika yang berawal dari seorang blogger dan sekarang menjadi penulis terkenal. Oleh karena itu, seorang yang kerap membaca kisah blogger akan menjadi semangat. Jadi, blog itu mempunyai banyak fungsi.
3. Paragraf Campuran
Paragraf campuran adalah adalah jenis paragraf yang kalimat pokok atau utamanya terdapat di awal paragraf dan ditegaskan lagi di akhir paragraf.
Contoh paragraf campuran:
Blogging merupakan kegiatan berbagi informasi melalui media tulis. Tak hanya itu saja, blogging atau yang biasa disebut ngeblog juga bisa menghasilkan uang dari blog. Cara adalah dengan memanfaatkan traffic dengan memasang iklan didalamnya. Tahukah kamu bahwa blog menjadi ladang uang bagi sebagian orang, contohnya adalah Linda Ikeji yang meraup untung total milyaran dari blog. Contoh lain seperti Raditya Dika yang berawal dari seorang blogger dan sekarang menjadi penulis terkenal. Oleh karena itu, seorang yang kerap membaca kisah blogger akan menjadi semangat. Jadi, blog itu mempunyai banyak fungsi.
B. Jenis-jenis paragraf berdasarkan tujuannya
1. Paragraf Argumentasi
Paragraf argumentasi adalah paragraf yang didalamnya terdapat pemikiran penulis yang diperkuat dengan sebuah alasan (argumen).
Contoh paragraf argumentasi:
Bekerja keras adalah salah satu kunci dari kesuksesan. Seseorang yang sudah mempunyai niat yang kuat pasti akan bisa mengahadapi masalah yang dilaluinya. Tak hanya kerja keras dan niat, tapi kita harus perkuat keduanya dengan do’a. Dengan ketiga hal tersebut, pasti seseorang akan menjadi sukses.
2. Paragraf Eksposisi
Paragraf eksposisi dalah paragraf yang di dalamnya terdapat sebuah pemaparan masalah atau sebuah peristiwa.
Contoh paragraf eksposisi:
Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI, warga desa Sukamaju melaksanakan berbagai kegiatan. Kegiatan pertama dimulai dengan kerja bakti yang dipimpin langsung oleh masing-masing ketua RT. Setelah kerja bakti selesai, warga dan juga anak-anak melaksanakan berbagai lomba seperti lomba makan kerupuk, balap karung, lari kelereng dan di akhiri dengan panjat pinang.
3. Paragraf Deskripsi
Paragraf deskripsi adalah paragraf yang menggambarkan suatu keadaan atau peristiwa dengan memaknai kata-katanya sehingga pembaca bisa seperti melihat, merasakan dan mengalami kejadian tersebut.
Contoh paragraf deskripsi:
Gerhana matahari yang terjadi di Indonesia kemarin adalah peristiwa yang sangat indah. Cahaya matahari yang mulanya bersinar terang tiba-tiba menjadi redup, dan pada tepat pukul 9.00 pagi matahari membentuk seperti cincin sempurna. Semua orang menyaksikannya bersama-sama dengan kaca mata khusus untuk melihat gerhana matahari.
4. Paragraf narasi
Paragraf narasi adalah paragraf yang meceritakan masalah atau kejadian, sehingga pembacanya mempunyai respon ketika membaca paragraf tersebut.
Contoh paragraf narasi:
Peristiwa hari Senin itu sangat membekas di ingatan saya. Saat itu, dia hendak menyebrang jalan bersama teman-temannya. Dia tidak sadar kalau ada mobil yang melaju kencang sehingga dia tertabrak mobil itu. Kata dokter, tim sudah melakukan usaha yang semaksimal mungkin. Tetapi takdir berkata lain.
5. Paragraf persuasi
Paragraf persuasi adalah paragraf yang berisi bujukan guna mempengaruhi atau mengajak pembaca untuk sependapat dengan penulis. Paragraf persuasi dan argumentasi hampir sama, perbedaannya adalah paragraf argumentasi berupa fakta sedangkan persuasi itu berupa bujukan atau harapan penulis.
Contoh paragraf persuasi:
Menulis di blog ternyata bisa menghasilkan uang yang tidak sedikit. Sudah banyak orang yang berasal dari penulis blog kecil dan sekarang menjadi orang. Contohnya seperti Kevin Anggara, Raditya Dika. Mereka berdua adalah orang yang dibesarkan melalui blog. Maka dari itu, sekarang kamu bisa memulai menulis blog.
Bagaimana kawan-kawan, masih bingung? Nah, itulah Pengertian, Ciri-ciri, Jenis dan Fungsi Paragraf dalam Bahasa Indonesia Beserta Contohnya.


Belum ada tanggapan untuk "Pengertian, Ciri-ciri, Jenis dan Fungsi Paragraf dalam Bahasa Indonesia"
Posting Komentar