#NyalaUntukYuyun Cerita Di Balik Kejinya Pemerkosaan dan Pembunuhan Yuyun

Kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan Yuyun

#NyalaUntukYuyun, SalamPelajar.com - Hari Sabtu, 4 April menjadi hari yang tak akan dilupakan oleh keluarga Yuyun (Yy), seorang siswi SMPN 5 Padang Ulak Tanding ditemukan naas di perkebunan karet Desa Kasie Kasubun. Yuyun diperkosa, dianiaya dan juga di bunuh oleh 14 orang pelaku secara keji.

Kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan Yuyun

Kejadiannya berawal pada saat Yuyun pulang sekolah berjalan kaki. Awalnya Yuyun bersikukuh meminta temannya, Rm untuk mengantarkan pulang menggunakan kendaraan milik Rm, sahabatnya Itu. Namun, ada kendala pada motor sahabatnya itu.

"Motor saya rusak, hingga saya tak bisa antar dia," kata Rm kepada media.
Hal itu menyebabkan Yuyun pulang ke rumahnya dengan berjalan kaki. Siswi berumur 14 tahun itu biasanya di antar pulang oleh gurunya dan juga saudaranya. Tetapi tidak pada saat itu.
Pada saat tengah berjalan, Yuyun di sekap dan dibawa kesemak-semak. Seperti kabar yang beredar, ke 14 belas pelaku sedang mabuk tuak yang dibeli salah satu dari mereka.

‘’Korban disekap oleh tersangka Za saat melintas di TKP (tempat kejadian perkara, red). Lalu diseret ke semak tak jauh dari TKP, ...” kata Kapolsek PUT, Iptu. Eka Candra, SH.

Setelah disekap, kemudian rok dan juga celana korban dibuka dan diperkosa secara bergilir. Pada saat itu, Yuyun tengah mengenakan seragam pramuka. Dan dari sekolah, dia diberi tugas untuk mencuci taplak meja dan juga bendera merah putih.

Sebelum itu saat diperkosa, Yuyun juga di ikat tangan menyilang ke kakinya menggunakan tali sepatunya. Kemudian, dia juga di ikat menggunakan robekan rok seragam pramukanya. Dia juga dicekik pelaku saat di perkosa agar korban tidak teriak.

Keji, setelah korban di perkosa secara bergilir, dia di pukul 2 kali oleh 2 orang pelaku yaitu Bo dan Sk. Satu pelaku memukulnya menggunakan kayu agar korban dipastikan sudah meninggal. Kemudian setelah itu, Yuyun digotong ke jurang sedalam 5 meter. Keterangan lain ungkap pelaku, mereka tidak menggotongnya namun mereka menjatuhkannya ke jurang.

Usai kejadian seperti yang diungkapkan pelaku kepada Polisi, mereka pulang ke rumah masing-masing.

Pelaku berjumlah 14 orang, dan sampai saat ini menurut kabar 2 pelaku akan segera dibekukkan. Tujuh dari pelaku merupakan seorang yang masih di bilang anak-anak. Tujuh diantaranya adalah D alias J (17), A (17), FS (17), S (17), DI (17)EG (16), dan S (16). S(16) merupakan kakak kelas dari korban. Sedangkan lima pelaku lainnya adalah Tomi Wijaya (19) alias Tobi dan Suket (19), Bobi (20), Faisal alias Pis (19), Zainal (23). Lima diantaranya adalah pelajar dan yang lainnya adalah pemdua putus sekolah yang mempunyai hobi menonton video porno.

Salah satu dari mereka, Bobi seperti yang dikutip SalamPelajar.com dari Kompas, dia turut menguburkan jenazah Yuyun usai ditemukan. Para pelaku lain juga turut seolah-olah mencari korban yang menurut keluarganya hilang selama dua hari.

Sebagai pencritaan, salah satu dari mereka juga mengatakan kepada aparat yang bertugas kalau si pelaku sungguh keji dan harus di hukum berat. Sungguh keji sekali.

Dari analisa polisi, nampaknya pelaku kembali ke TKP sehari setelah kejadian itu. Karena disana ditemukan daun pakis yang terbilang masih segar yang digunakan untuk menutupi jasad Yuyun.

Hukuman Bagi Pelaku

Para keluarga korban menuntut untuk menghukum seberat-beratnya hingga meminta ukuman mati. Menurut Kapolres Rejanglebong AKBP Dirmanto, mereka (para pelaku) dijerat dengan pasal berlapis, yaitu Pasal 76 d UU. Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara dan pasal 338 KUHP tentang menghilangkan nyawa orang dengan ancaman 15 tahun penjara, serta pasal 536 KUHP tentang mabuk-mabukan di tempat umum dengan ancaman tiga hari kurungan.
Terdakwa juga sempat bersujud kaki kepada ibu korban, seperti yang di ungkapkan Koordinator Divisi Pelayanan Cahaya Perempuan Women's Crisis Center (WCC) Bengkulu, Desi Wahyuni, sekaligus pendamping keluarga Yuyun

Lantas apa tangapan orang nomor satu di Indonesia, Bapak Joko Widodo dan juga Jusuf Kalla?
Dalam kicauan yang dilemparkan di akunnya @jokowi, beliau mengatakan untuk menangkap pelaku dan menghukum seberat-beratnya. “... Perempuan dan Anak-anak harus dilindungi dari kekerasan” seperti yang dituliskan beliau dalam akun Tweeter miliknya.

Kemudian bagaimana dengan Bapak Wakil Presiden kita? "Yang begitu yang melakukannya harus dihukum," ucap Jusuf Kalla kepada wartawan, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Selasa (3/5/2016).

Selain respon dari petinggi negara, para netizen juga geram terhadap perlakuan para pelaku. Tagar #NyalaUntukYuyun pun menjadi trending topic di Tweeter yang merupakan dukungan terhadap Yuyun atas musibah yang dialaminya itu.

Banyak juga yang membuat video yang dikhususkan kepada pelaku sebagai dedikasi atau kepedulian para netizen tentang aksi kekerasan terhadap anak dan perempuan ini.
Ini adalah salah satu dari ribuan kicauan yang saya kutip dari Tweeter.




Bagaimana tanggapan teman-teman Yuyun?
Sampai saat ini tempat yang biasa digunakan Yuyun saat kegiatan belajar mengajar masih belum ditempati oleh teman-temannya. Hal ini bukan berarti teman-temannya takut, tetapi ini sebagai hal yang dilakukan untuk mengenang Yuyun yang pintar dan berprestasi itu.

Hal aneh juga sebelumnya terjadi ketika Yuyun mulai hilang dan ditemukan terbunuh. Kursi dan juga meja yang biasa di tempati Yuyun lembab, padahal tidak ada kebocoran yang terjadi di kelas mereka. Sejak saat itu meja tersebut sekarang di simpan di tempat khusus oleh pihak sekolah.

Sungguh tragis kisah yang dialami Yuyun ini, semoga hal ini bisa terhindar dari semua keluarga kita. Sebagai penghormatan, mari kita panjatkan do’a kepada para korban di dunia ini terutama bagi Yuyun, semoga mereka bisa tenang di alam sana.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "#NyalaUntukYuyun Cerita Di Balik Kejinya Pemerkosaan dan Pembunuhan Yuyun"

Posting Komentar